Total Tayangan Halaman

Senin, 12 Desember 2011

BERASTAGI

BERASTAGI
Berastagi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Berastagi merupakan objek wisata di dataran tinggi Karo. Berastagi berjarak sekitar 50-60 kilometer dari Kota Medan. Berastagi diapit oleh 2 gunung berapi aktif yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Di dekat Gunung Sibayak, terdapat pemandian mata air panas. Aktivitas ekonomi di Berastagi terpusat pada pasar sayur dan buah-buahan, dan pada pariwisata. Etnis yang dominan di daerah ini adalah Batak Karo.

TEMPAT WISATA 

Gunung Sibayak


Gunung Berapi Sibayak dalam keadaaan aktif berlokasi di atas ketinggian 2.172 m dari permukaan laut. Pendakiannya melewati hutan belantara tropis dan tebing yang penuh tantangan serta di puncak gunung terdapat hamparan dataran tempat berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang masih aktif mengeluarkan magma dan pemandangan yang indah dan menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian dari Desa Jaranguda 1,5 Km dari Desa Raja Berneh 15 Km. Lama pendakian diperkirakan lebih kurang 2 sampai dengan 3 jam.

Gunung Sinabung

Gunungapi Sinabung adalah gunungapi strato berbentuk kerucut, dengan tinggi puncaknya 2460 m dpl. Lokasi Gunungapi Sinabung secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Secara geografis terletak pada posisi 3o10’ Lintang Utara dan 98o23,5’ Bujur Timur.
Pendakian melewati belantara tropis dan tebing yang penuh dengan tantangan, dan puncak gunung terdapat hamparan untuk berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang mengeluarkan magma serta pemandangan indah yang menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian Gunung Sinabung dari desa Sigarang-garang, Lau Kawar, Mardinding memakan waktu lebih kurang 4 jam.

Air Terjun Sikulikap

Air Terjun ini mempunyai ketinggian jatuh 30 m dan jarak dari monumen Berastagi ke obyek wisata ini lebih kurang 11 Km. Dikelilingi hutan tropis tempat Gibon bergantungan yang kadangkala berteriak bersahut-sahutan dan di sekitar lokasi ini terdapat bajing, burung gagak, phyton dan kupu-kupu berwarna-warni. Disepanjang jalan objek wisata ini dapat dinikmati jagung bakar dan rebus. Untuk sampai ketempat ini dapat menggunakan bus besar atau kecil menuju Medan atau Berastagi dan menuruni tangga dari jalan pada perbatasan Karo-Deli Serdang.

Bukit Gundaling

Bukit ini ditumbuhi oleh pohon kayu dan bunga-bungaan yang sudah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda yang merupakan tempat rekreasi bagi remaja, keluarga, para Wisatawan Mancanegara dan Nusantara. Dari puncak bukit terlihat panorama Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung, dan Kota Berastagi. Dari Berastagi ke Bukit Gundaling berjarak 2 Km dan untuk sampai kesana seseorang dapat menggunakan bus ukuran kecil dan besar.


Danau Lau Kawar

Danau ini memiliki luas lebih kurang 200 Ha diapit oleh alam pegunungan yang ditumbuhi kayu–kayuan hutan tropis dan dipinggir danau terbentang lahan seluas 3 Ha sebagai lokasi tempat berkemah. Bagi wisatawan yang berjiwa petualangan, dari obyek ini dapat melakukan kegiatan panjat tebing dan sekaligus pendakian ke puncak Gunung Sinabung melewati hutan belantara. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 27 Km dan dapat menggunakan kenderaan roda empat melewati beberapa desa dan lahan pertanian (Agro Wisata).



Kamis, 08 Desember 2011

ANAK PERTANIAN JANGAN MINDER



JANGAN MINDER JADI ANAK PERTANIAN
Hai semua anak Fakultas Pertania  yang dimana aja yang baca blog ini jangan minder atau berkecil hati jadi anak pertanian. Saya ngomiong begini bukan sepenuhnya karena saya anak pertanian.  Kalok karena alasan anak pertanian sih, itu alasan yang paling akhir. Alasan saya yang paling utama ngomongin ini, karena emang pertanian itu jurusan The best  dari semua jurusan yang ada.
Jurusan apa yang paling bergengsi ?
 Kedokteran,,,,?
Lewat….
Tehnik….?
Lewat….
Fkip……?
Lewat…
Ekonomi…?
Lewatt…
Koq lewat semua ya,,,?
Alasannya karena di dalam pertanian tuw kita mempelajari semua itu,,,
Bahkan jika dibandingkan, kita tu anak pertanian lebih unggul dari merek – mereka itu,,,
misalnya
1.       Kedokteran….
anak kedokteran dibangga – banggain karena bisa ngobatin orang doang, Malah kalok soal obat mengobati anak pertanian lebih jago di banding dengan anak kedokteran.
Bayangin aja kalok kita berobat kedokter,,,,
Dokter pasti nanya,,
“Kamu sakit apa ?”
“gimana Perasaanmu ?”
“Uda berapa lama sakitnya?”
Nah setelah di tanya,,,kan kita jawab tu,, mungkin kita bilang sakit
“Sakit kepala dok,,”
“Mual dok’’’
“Uda seminggu dok”
baru deh dia periksa dan dikasi obat sesuai dengan perasaan kita,,,

Nah kalok pertanian,,,
Emang kita ada nanya tu ama tanaman, tanamannya sakit apa ?
Uda berapa lama, Perasaannya gmana ? 
               
Kita tanpa nanya gitu aja kita udah bisa tau tu tanamannya kena penyakit apa dan obatnya apa.
Soal penyebab penyakit anak petanian juga tau tu,,,
Kalok gak bakteri, virus atau jamur itu aja koq,,,
yang lain dari pada itu gak ada kecuali penyakit fisik,,,
J
2.       Anak tehnik ?
Anak tehnik yang paling terkenal adalh pertambangan,,
di pertanian juga belajar soal tambang kok,,,
blajarnya di ilmu tanah, jadi gak heran kalok di perusahaan pertambangan itu banyak anak pertanian
Tehnik apapun di pelajari di pertanian,.
tehnik mesin, tehnik elektro  ?
kita belajar juga kok di  ALSINTAN,,, Alat dan Mesin Pertanian,,

.
jadi buat anak tehnik hati – hati ama anak pertanian,,
J 
3.       Ekonomi.
Ekonomi gak usah di jelasin aja uda pada tau semua pasti,,,
para sarjana ekonomi tu udah pada takut ama ank pertania, karena anak pertanian udah menjadi saingan mereka apalagi kerja dibank,,,
yang banyak diterima sekarang anak pertanian kalok mau kerja di bank,,,
Lagian kita belajar Ekonomi juga koq …
di Sosial Ekonomi Pertanian …


Jadi Buat anak – anak pertanian jangan minder,,,
satu lagi keunggulan kita anak pertanian,,,
Orang - orang sarjanawan yang lain tidak akan pernah bisa ahli di bidang pertanian,,,
sedangkan kita anak pertanian bisa ahli disegala bidang,,,
Sosial, Ekonomi, Politik, dan Science,,,

kesimpulan
Kalok kita tamatan atau lulusan Pertanian,,,

Jadi apa yang kita mau kita bisa,,,,



HIDUP FAPERTA,,
GO GREEN

Senin, 05 Desember 2011

KATA PENGANTAR dan DAFTAR ISI LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM DIT

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas berkat rahmatNya saya dapat menyelesaikan praktikum serta laporan akhir Dasar – dasar Ilmu Tanah.
            Adapun isi dari laporan akhir ini adalah kumpulan dari setiap laporan mingguan selama praktikum berlangsung. Laporan ini merupakan syarat untuk dapat mengikuti ujian Praktikum dan merupakan syarat dalam mengontrak mata kuliah Dasar – dasar ilmu tanah.
Saya juga tidak lupa untuk mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen serta staf pengajar Mata kuliah Dasar – dasar ilmu tanah yang selalu membimbing dan mengajari saya dalam melaksanakan praktikum dan dalam menyusun laporan ini. Serta semua pihak yang membantu saya dalam hal penyusunan laporan ini.
Laporan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kritik serta saran yang membangun masih saya harapkan untuk penyempurnaan Laporan akhir ini.
Sebagai manusia biasa saya merasa memiliki banyak kesalaha, oelh karena saya mohon maaf sebesar besarnya untuk kelancaran penyelesaian laporan ini.
Atas perhatian dari semua pihak yang membantu penulisan ini saya ucapkan terimakasih. Semoga Laporan ini dapat dipergunakan seperlunya.
           

Jambi, Desember 2011

Volsky Pintubatu
D1A010061


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
I.                   MORFOLOGI TANAH................................................................................... 1
1.1. Pendahuluan............................................................................................... 1
1.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 1
1.3. Metode Praktikum...................................................................................... 2
1.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 3
1.5. Kesimpulan................................................................................................ 5
1.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 5
      II.         PERSENTASE KADAR AIR LAPANG(KAL), BERAT VOLUME(BV)
                  DAN TOTAL RUANG PORI (TRP) PADA TANAH UTUH......................... 6
2.1. Pendahuluan............................................................................................... 6
2.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 6
2.3. Metode Praktikum...................................................................................... 7
2.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 8
2.5. Kesimpulan................................................................................................ 9
2.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 10
      III.       DRAJAT KEASAMAN (pH) PADA TANAH TERGANGGU....................... 11
3.1. Pendahuluan............................................................................................... 11
3.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 11
3.3. Metode Praktikum...................................................................................... 12
3.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 13
3.5. Kesimpulan................................................................................................ 14
3.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 15
      IV.       MENGUKUR KADAR Aldd DAN Hdd DALAM TANAH.............................. 16
4.1. Pendahuluan............................................................................................... 16
4.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 16
4.3. Metode Praktikum...................................................................................... 17
4.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 17
4.5. Kesimpulan................................................................................................ 18
4.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 18
      V.        MENGUKUR KADAR C-ORGANIK DALAM TANAH.............................. 19
1.1. Pendahuluan............................................................................................... 19
1.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 20
1.3. Metode Praktikum...................................................................................... 20
1.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 21
1.5. Kesimpulan................................................................................................ 21
1.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 22
      VI.       MENGUKUR KADAR AIR KAPASITAS LAPANG PADA
                  TANAH TERGANGGU DALAM KEADAAN JENUH................................. 23
1.1. Pendahuluan............................................................................................... 23
1.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 23
1.3. Metode Praktikum...................................................................................... 23
1.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 25
1.5. Kesimpulan................................................................................................ 26
1.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 26