Total Tayangan Halaman

Senin, 14 November 2011

Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS BETAKO) MERPATIPUTIH Perguruanku,,,

Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS.Betako) Merpati Putih menggunakan tenaga dalam asli manusia, dengan teknik olah napas. Pada orang biasa, tenaga asli tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu. Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam Pencak Silat ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.
Secara normal sel dalam tubuh manusia menghasilkan zat yang bernama Adenosine Triphospate (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah napas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat di latih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh. Ada banyak teknik olah napas di dalam Pencak Silat ini diantaranya Pernapasan Pembinaan dan Pernapasan Pengolahan. Juga Ada beberapa Teknik jurus (disebut dengan rangkaian gerak) diantaranya adalah Rangkaian Gerak Praktis (RGP), Rangkaian Gerakan Terikat (RGT) dan Rangkaian Gerakan Bebas (RGB).
Hasil olah gerak dan olah napas ini kemudian dapat diolah menjadi tenaga 'getaran'.
Urutan pemahaman gerakan pada Merpati Putih adalah: Gerak Dasar --> Gerak Pengarahan --> Gerak Naluri (plus getaran).

Selain dari Diri Sendiri (energi badan), pengambilan energi getaran di Pencak Silat Merpati Putih ini dapat pula diambil dari alam seperti dari Bumi (energi tanah juga pohon yang berusia amat tua), atau bahkan energi dari Angkasa (energi bintang, matahari ataupun bulan.

Beberapa tahun belakangan, ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang mengandung energi dan getaran ini telah diselidiki lebih jauh secara ilmu pengetahuan dan dikembangkan juga untuk pengobatan serta untuk kepentingan orang tuna netra, agar mereka bisa membaca, membedakan dan mengenali warna serta dapat mempermudah segala aktivitas lainnya sehari-hari.

Pola latihan Merpati Putih sudah diteliti oleh ilmuwan sejak mulainya Operasi Seta I (1972) bersama dengan para Taruna Militer dengan hasil bahwa metode latihan Merpati Putih menghasilkan pola yang hampir sama dengan aerobik plus ditambah munculnya tenaga tambahan. Secara aktif diteliti efeknya pada tubuh manusia oleh para dokter-dokter spesialis di Yayasan Jantung Sehat. Getaran juga diujicobakan pada Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) untuk mendeteksi radiasi nuklir. Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat lebih cepat digunakan untuk mendeteksi radiasi nuklir dibanding alat yang digunakan oleh BATAN.

Pada Markas Polisi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Mapolda MetroJaya) getaran Merpati Putih diujicobakan untuk mendeteksi narkoba yang disembunyikan pada mobil, kantong perorangan, lemari, dan banyak tempat. Hasilnya, pesilat berhasil menunjukkan dengan sempurna lokasi penyimpanan narkoba tersebut. Belum lama ini (2009), bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, getaran Merpati Putih digunakan untuk mendeteksi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sepanjang Ciliwung. Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk masuk di dalam tim bantuan pencarian korban bencana alam.
Hingga kini terus dikembangkan untuk masuk pada aspek-aspek kemanusiaan lainnya.

Tingkatan dan Latihan

Ada dua belas tingkatan di dalam PPS Betako Merpati Putih ini. Tingkatan-tingkatan dalam PPS Betako Merpati Putih dimulai dengan:
  • 1. Tingkat Dasar I, tingkatan pertama masih berstatus calon anggota, walaupun telah berseragam baju atau kaos berwarna putih, celana hitam, kerah baju merah dengan label nama diri di dada namun sabuk masih putih polos. 
  • 2.Tingkat Dasar II, tingkatan kedua dan seterusnya telah memakai seragam anggota tanpa nama diri dengan lambang IPSI dan lambang Merpati Putih di dada serta bersabuk merah polos.
  • 3. Tingkat Balik I, sabuk merah (tanpa strip) dengan lambang Merpati Putih di salah satu ujungnya.
  • 4. Tingkat Balik II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah di salah satu ujungnya.
  • 5. Tingkat Kombinasi I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip jingga di salah satu ujungnya.
  • 6. Tingkat Kombinasi II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip kuning di salah satu ujungnya.
  • 7. Tingkat Khusus I (Khusus Tangan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip hijau di salah satu ujungnya.
  • 8. Tingkat Khusus II (Khusus Kaki), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip biru di salah satu ujungnya.
  • 9. Tingkat Khusus III (Khusus Badan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip nila di salah satu ujungnya.
  • 10. Tingkat Penyegaran, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip ungu di salah satu ujungnya.
  • 11. Tingkat Inti I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip putih di salah satu ujungnya.
  • 12. Tingkat Inti II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah dan putih di salah satu ujungnya.
Para anggota berlatih paling tidak dua kali dalam seminggu di suatu Kelompok Latihan atau biasa disebut Kolat. Setiap kali latihan memakan waktu sekitar kurang-lebih dua jam. Pada tiap tahun, yaitu tepatnya setiap Tahun Baru 1 Suro atau 1 Muharam, seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya di Yogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan bersama dari semua Tingkatan. Juga diadakan Napak Tilas di daerah Bukit Manoreh. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu dengan anggota lainnya.
Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada tiap tingkatan dibedakan berdasarkan wilayah. Pada tingkat Dasar I hingga Balik II dilaksanakan di Cabang (Pengcab). Pada UKT Tingkat Kombinasi I menuju Kombinasi II dilaksanakan di Daerah (Pengda). Sedangkan UKT untuk tingkat Kombinasi 2 keatas dilaksanakan di Pusat (Parangkusumo, Yogyakarta) baik anggota dalam negeri maupun luar negeri.

Sikap Hormat Perguruan

"Mengangkat dua jari tangan kiri (telunjuk dan jari tengah) di depan kening. Bersamaan itu pula sambil menarik napas halus disertai tangan kanan mengepal di depan dada agak ke kiri (di depan jantung) tidak menempel, badan tegak, pandangan lurus ke depan, muka tegak, kaki terbuka (selebar sikap sempurna)"
Artinya :
1. Dua jari di depan kening
  • Anggota Merpati Putih selalu mengutamakan pemikiran terlebih dahulu daripada bertindak
  • Dua jari juga merupakan lambang perdamaian (kode etik internasional) sehingga anggota Merpati Putih harus selalu mengutamakan, menjunjung tinggi menghormati, serta mencintai perdamaian
  • Dua jari juga mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada dua hal yang selalu ada baik-buruk, siang-malam, ayah-ibu, pria-wanita, untung-rugi, ada penciptaan-ada ciptaan.
2. Tangan mengepal
  • Melambangkan keteguhan hati (waktu menghirup napas) menyatukan dengan alam, dengan kehendak-Nya, berpasrah diri, menyadari sedalam-dalamnyabahwa kita hamba Tuhan.
3. Bentuk kaki (sikap sempurnya)
  • Melambangkan sikap mandiri, kokoh, tegak, tegap, tegas dengan sikap memandang lurus ke depan.

Arti Baju Seragam Merpati Putih

1. Baju, terdapat lubang 3 pasang di dekat leher. Warna putih dengan leher warna merah berbentuk segi lima dengan garis - garis jahitan berjumlah 5 buah pada bagian setiap ujung lengan.
Artinya :
  • Warna putih menunjukkan kesucian, ketulusan hati, kepasrahan, keterbukaan hati serta menjunjung tinggi arti perdamaian.
  • Leher berbentuk segi lima menggambarkan Pancasila, terdapat juga jumlah jahitan pada leher tersebut. Ini berarti anggota Merpati Putih menjunjung tinggi dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.
  • Lubang tali kancing mengingatkan kita agar selalu ingat bahwa di dalam hidup ini terdapat :
TUHAN YME (sang pencipta), ALAM (sumber hidup), DUNIA (kehidupan). Selain itu juga menggambarkan jumlah janji anggota Merpati Putih yang sering disebut TRI PRASETYA.
2. Celana, berwarna hitam menggambarkan ciri khas Pencak Silat indonesia dan merupakan pakaian khas masyarakat (petani). Warna hitam juga melambangkan keteguhan hati.
3. Sabuk, berwarna merah dengan jumlah jahitan 5 jalur menggambarkan Pancasila. Dalam menggunakan seragam yang telah dilengkapi dengan menggunakan sabuk merah berarti telah siap sebagai anggota Merpati Putih yang mengerti makna baik dan buruk serta bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran perguruan yaitu MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING. Anggota yang sudah bersabuk merah sebenarnya memiliki beban tanggung jawab yang besar. Anggota yang sudah diakui penuh, disumpah melalui janji Anggota. Disitulah perguruan mulai menanamkan sesuatu yang harus dilaksanakan anggota yaitu :
1. Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Kepada negara dan bangsa sebagai perwujudan alam seisinya.
3. Kepada perguruan sebagai wadah penggaliannya.
Anggota yang masih bersabuk putih merupakan ujian semakin dijiwainya gerak dalam berlatih pencak silat dan olah napas. Maka akan muncul semangat dari anggota bersabuk putih untuk mendapat pengakuan dari Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Merpati Putih.
Arti Lambang PPS Betako Merpati Putih
1. Bentuk segi lima, PPS Betako Merpati Putih berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
2. Garis segi lima berwarna merah, melammbangkan persatuan dan kesatuan seluruh Keluarga Besar PPS Betako Merpati Putih dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.
3. Warna dasar biru, melambangkan sikap dan watak perdamaian sebagai pesilat, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.
4. Tulisan Betako dan Merpati Putih Bermotif Aksara Jawa, melambangkan sumber ilmu Merpati Putih berasal dari tanah Jawa yang merupakan budaya asli bangsa indonesia.
5. Gambar tangan berwarna hitam (telapak tangan), melambangkan keteguhan hati bagi setiap anggota Merpati Putih.
6. Warna kuning melingkari tangan, melambangkan kejayaan dari ilmu Merpati Putih.
7. Burung merpati dengan kepala tunduk, melambangkan sikap dan watak anggota Merpati Putih, semakin memiliki ilmu semakin mencapai ketenangan lahir dan batin, seperti falsafah padi (semakin berisi semakin merunduk).
8. Pita berwarna merah bertuliskan Merpati Putih berwarna putih, melambangkan warna bendera Pusaka Merah Putih yang melambangkan keberanian dan kesucian

Keilmuan Merpati Putih

Keilmuan Merpati Putih
Jurus dan Tenaga Dalam
Merpati Putih menggunakan tenaga dalam asli manusia, dengan permainan napas. Pada orang biasa, tenaga asli tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu. Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam Pencak Silat ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.
Secara normal sel dalam tubuh manusia menghasilkan zat yang bernama Adenosine Triphospate (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah nafas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat di latih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh. Ada banyak Jurus (teknik olah) Pernapasan di dalam Pencak Silat ini diantaranya Pernapasan Pembinaan dan Pernapasan Pengolahan. Juga Ada beberapa Teknik Jurus diantaranya adalah Rangkaian Gerakan Terikat (RGT) dan rangkaian gerak prakatis (RGP)serta tangkap kunci dan teknik tanding bebas dan lomba IPSI
Selain dari Diri Sendiri (energi badan), pengambilan energi getaran di Pencak Silat Merpati Putih ini dapat pula diambil dari alam seperti dari Bumi (energi tanah juga pohon yang berusia amat tua), atau bahkan energi dari Angkasa (energi bintang, matahari ataupun bulan.
Beberapa tahun belakangan, ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang mengandung energi dan getaran ini telah diselidiki lebih jauh secara ilmu pengetahuan dan dikembangkan juga untuk pengobatan serta untuk kepentingan orang tuna netra, agar mereka bisa membaca, membedakan dan mengenali warna serta dapat mempermudah segala aktivitas lainnya sehari-hari.
Secara garis besar metode pelatihan dan pengolahan tenaga dari senam pernafasan di Merpati Putih dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
1. Senam Pernafasan Pengolahan
Fungsi dari Senam Pernafasan Pengolahan adalah membangkitkan tenaga yang berasal dari pusat tenaga dan terletak di antara pusar dan kemaluan (ada yang menyebutnya kundalini, prana, chi, dan lain sebagainya) selanjutnya disalurkan ke bagian anggota badan yang dikehendaki. Pada Senam Pernafasan Pengolahan pola nafas dilakukan dengan membuang nafas melalui mulut (berdesis), menahannya dalam beberapa detik, lalu menarik nafas melalui hidung, menahannya di dada, pindahkan ke perut, dan seterusnya.
2. Senam Pernafasan Pembinaan
Senam ini diarahkan untuk pengaktifkan tenaga yang sudah di salurkan hasil dari proses Senam Pernafasan Pengolahan dan selanjutnya dapat menggunakannya sesuai dengan tujuan dari bentuk-bentuk Senam Pernafasan Pembinaan yang dilakukan. Pola Senam Pernafasan Pembinaan berbeda dengan Senam Pernafasan Pengolahan, di dalam Senam Pernafasan Pembinaan ini hanya dilakukan penahan nafas di dada saja, sedangkan cara buang dan penarikan nafas sama dengan yang dilakukan pada Senam Pernafasan Pengolahan.
Setiap selesai Senam Pernafasan Pengolahan selalu dilanjutkan dengan Senam Pernafasan Pembinaan, dengan maksud agar tenaga yag baru saja dibangkitkan dapat langsung diaktifkan. Sedangkan Senam Pernafasan Pembinaan dapat dilakukan tanpa Senam Pernafasan Pengolahan terlebih dahulu, tentunya sesuai dengan tujuan latihannya seperti hanya memelihara keberadaan tenaga agar siap difungsikan setiap saat atau ditujukan untuk lebih memperlancar atau terbukanya tenaga tersalur. Setiap materi Senam Pernafasan Pengolahan maupun Senam Pernafasan Pembinaan, memiliki bentuk senam dan lintasan gerak yang berbeda dan konsentrasi menjadi kunci pokok dari berhasilnya senam pernafasan untuk menghasilkan tenaga yang diharapkan (maksimal), konsentrasi tersebut di antaranya:
1. Konsentrasi pada bentuk
Setiap bentuk senam pernafasan memiliki tujuan khusus bagi bagian organ tubuh maupun otot tertentu. Baik tidaknya suatu bentuk akan turut menentukan baik tidaknya laju tenaga untuk mencapai bagian organ tubuh (lokasi) yang dikehendaki. misal untuk bentuk dasar tangan harus dikepal dengan erat dan keras sehingga tidak ada lagi kekosongan diantara kepalan jari tangan ketika memulai kekejangan, begitu juga dengan bentuk kaki harus dipacul (ditekuk ke dalam) untuk melatih kekejangan pada kaki dan tungkai-tungkainya sampai pada pinggul.
2. Konsentrasi pada kekejangan
Di mana kekejangan (kontraksi) dilakukan pada otot tertentu pada otot tertentu, maka disanalah tenaga tersebut dihimpun, dengan kata lain tenaga yang disalurkan akan berakhir pada otot yang dikejangkan dan semakin kuat otot dikejangkan berarti semakin cepat oksigen (O 2) yang ada berkurang atau habis, dan selanjutnya berubah menjadi tenaga (biokimia yang menjadi sumber tenaga lainnya setelah oksigen habis/ATP).
Sumber tenaga kedua itulah yang digunakan sebagai tenaga untuk melakukan gerakan eksplosif guna mematahkan/menghancurkan/menahan benda keras ataupun untuk keperluan lainnya. Dalam setiap latihan harus selalu diingatkan agar kekejangan ini terus dipertahankan, kadangkala baru setengah jalan dalam satu bentuk pengolahan nafas kekejangan telah hilang sehingga hasil maksimal dari latihan tidak diperoleh.
3. Konsentrasi pada pola nafas
Pola nafas sudah jelas merupakan aspek yang tidak dapat dikecilkan artinya, karena pola nafas ini sangat menentukan hasil dari latihan dari fungsi senam pernafasan yang dilakukan. Melatih ketiga konsentrasi tersebut secara bersamaan bukanlah sesuatu yang mudah oleh karenanya ada suatu metode sederhana guna membantu melatihnya yaitu dengan cara : Konsentrasilah dahulu latihan pada bentuk senamnya dengan tanpa melakukan pengejangan dan pola nafas. Setelah seluruh bentuk senamnya dilakukan dengan benar, dapat dilanjutkan dengan melatih kekejangan. Tentunya dengan terlebih dahulu mengetahui otot-otot mana saja dari setiap bentuk senam yang dilaksanakan menjadi porsi yang utama.
Bila pengetahuan ini telah dipahami maka akan membantu pada arah konsentrasi otot mana yang harus mendapatkan prioritas mengejang. Kedua latihan tersebut (bentuk dan kekejangan) belum menggunakan pola nafas, masih menggunakan nafas biasa (normal). Setelah kedua konsentrasi itu benar-benar dikuasai dengan baik, latihan dapat berlanjut pada berlatih konsentrasi pada pernafasan.
Setelah melaksanakan latihan pengolahan dan pembinaan dilanjutkan dengan latihan konsentrasi dan penyaluran. Latihan konsentrasi ditujukan untuk melatih agar organ-organ tubuh dapat bekerjasama menuruti kemauan otak. Dalam latihan ini indikatornya adalah rasa. Organ-organ tubuh dilatih untuk merasakan signal-signal biologis yang diterima dan menyalurkan getaran-getaran energi ke seluruh anggota tubuh yang dikehendaki untuk digunakan sebagai energi keluaran untuk memukul/ meredam serang dari luar, sehingga akhirnya bila di tahapan latihan pertama (konsentrasi dan penyaluran) dimulai dari seluruh tubuh walaupun nanti pemukulan/serangan hanya mengenai bagian tubuh tertentu, tetapi pada tahap ini penyiapan hanya dilakukan pada bagian tubuh tertentu saja.
Latihan berikut yang tidak kalah pentingya atau bagian yang paling penting yaitu latihan meditasi untuk menciptakan kondisi penyatuan dengan alam semesta. Bila pada tahap pertama dan kedua merupakan penggalian potensi dari dalam diri sepenuhnya, maka pada tahap ketiga ini sudah dilaksanakan suatu kondisi menyatu dengan alam semesta. Latihan ini mengandung dua aspek yaitu aspek penyerapan getaran energi alam dan aspek penyatuan sistem energi tubuh dan alam.
Dengan melakukan penyerapan ini akan membantu tubuh memiliki kemampuan terhadap pemukulan atau bila diserang, sehingga tingkat kemampuannya lebih tinggi dari hasil yang diperoleh dari latihan tahap pertama dan tahap kedua. Di Merpati Putih, senam pernafasan diberikan sesuai dengan jenjang dan waktu lain dari peserta latihan. Masing-masing tingkatan mendapatkan materi dan beban latihan yang berbeda, demikian pula alat bantu yang digunakan. Semakin lama seseorang berlatih senam pernafasan maka semakin besar beban latihan yang akan diterimanya.
Dengan latihan beban dan tekanan latihan yang terus meningkat dan terus bertambah berat akan berdampak pada kemampuan kejiwaan dan percaya diri dalam menghadapi tekanan ataupun mengurangi rasa sakit Alat bantu yang digunakan sesuai jenjang tingkatan seseorang adalah: seikat bambu raut, 2 (dua) buah bata press, 2 (dua ) buah pot 15 cm, 1(satu) buah pot 30 cm, halter 14 kg, halter beban tengah 14 kg, 2 gondewa (busur) panjang sekitar 160 cm, dan peralatan lain.
Menahan Serangan dengan Hasil Latihan
Kemampuan anggota badan atau bagian tubuh tertentu untuk tahan terhadap pukulan ataupun tumbukan dari benda lainnya, merupakan salah satu wujud dari hasil latihan pernafasan yang mengarah pada kemampuan tubuh untuk meredam pukulan ataupun tendangan yaitu dengan cara :
Sikap badan
- kaki dibuka lebar dengan telapak kaki sejajar, kedua lutut ditekuk.
- kedua tangan disimpan di samping pinggang dengan mengepal padat sehingga berbentuk kuda-kuda tengah sedang.
Cara Pernafasan
- Setelah kuda-kuda tengah sedang disiapkan dengan benar maka konsentrasi terhadap bentuk dan kekejangan seluruh otot sudah di mulai.
- Mengeluarkan nafas dengan cara berdesis dari mulut (hembuskan nafas sampai habis) dengan perut dikempiskan, tahan sebentar, kemudian menarik nafas dari hidung (menarik nafas sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bagian tengah dan atas paruparu, perut tetap kempis dan rongga dada diisi penuh dengan oksigen sehingga dada membusung.
- Setelah oksigen ada di posisi dada selama lebih kurang lima detik, sekat rongga badan (difragma) tahan ke bawah sehingga posisi nafas ada pada perut. Pada proses ini konsentrasi terhadap nafas sudah berlangsung. Lamanya nafas di perut adalah sama yaitu lebih kurang lima detik. Kemudian posisi nafas kembalikan ke atas, tetapi bukan ke dada melainkan konsentrasi pada rongga badan.
- Setelah posisi nafas ada di sekat rongga badan, demikian pula konsentrasi kekejangan dipusatkan di diafragma tersebut, bersama dengan semakin kuatnya kekejangan, kedua tangan yang mengepal dibuka secara perlahan-lahan sehingga membentuk telapak tangan terbuka dan menekuk ke bawah, selanjutnya didorong ke depan dengan sedikit mengarah turun ke bawah dan tangan membentuk silang di depan (tangan kanan di atas)
- Saat tangan mengejang di depan, pengejangan terus dilakukan dan konsentrasi pada bagian yang akan menjadi sasaran.
- Bila pukulan sudah selesai maka posisi nafas kembalikan ke dada, dan buang kembali dengan berdesis, dengan kekejangan tetap dipertahankan.
- Setelah selesai membuang nafas, kendurkan kekejangan secara perlahanlahan.
Bentuk latihan ini adalah salah satu dari bentuk-bentuk latihan lainnya, jadi untuk mendapatkan kemampuan yang maksimal haruslah dilakukan bentuk latihan lainnya. Yang penting ketika melakukan kekejangan salah satu otot maupun antar sendi seakanakan bersatu menjadi satu kesatuan, tentunya dengan konsentrasi pada kekejangan, otot, dan pernafasan.
Pemukulan Benda Keras
Ada beberapa faktor yang menentukan dalam pematahan benda keras (batang pompa, kikir, beton, dan sebagainya). Pertama adalah faktor benda yaitu ukuran, bentuk, elastisitas, dan ambang kerapatan gaya dari sasaran. Kedua adalah faktor pemukul, dalam hal ini adalah tangan manusia. Lebih rinci lagi bila tangan dibagi atas berat, kecepatan, dan kekakuan/kekuatan otot.
Melalui latihan yang terencana, teratur, dan terarah seperti aerobik dan anaerobik dengan metode pengolahan dan pembinaan serta latihan fisik lainnya otot akan terlatih menjadi cepat, kuat dan liat. Apabila melakukan pemukulan/ pemecahan/pematahan akan lebih banyak menghasilkan lebih banyak gaya mekanis dan mengurangi kerugian akibat perubahan bentuk pada saat terjadi tumbukan. Untuk meningkatkan kemampuan teknik mematahkan benda keras harus dikembangkan teknik-teknik yang dapat mengurangi kerugian akibat perubahan bentuk tangan.
Merpati Putih adalah Perguruan Pencak Silat yang ilmiah, tidak ada mantra dan klenik. Semua realitas dan logis. Kemampuan pesilat Merpati Putih mematahkan benda-benda keras seperti kikir, baja, gagang pompa, pipa beton, dsb. didapat dari zat yang disebut Adenose Triposphat (ATP).
Setiap saat kita melakukan suatu kegiatan yang tidak kita sadari yaitu bernapas. Menghirup napas bisa dikatakan sebagai usaha membersihkan paru-paru. Peristiwa pernapasan melibatkan oksigen (zat asam), sehingga terjadilah peristiwa kimiawi yang disebut oksidasi dan menimbulkan panas atau energi.
Dalam teori listrik, kekurangan satu elektron dari satu atom akan menimbulkan gaya listrik. Ketika kita menghirup napas yang kemudian ditahan, akan terjadi pula kekurangan zat asam. Pada saat berlangsung kekurangan ini, timbul suatu zat baru yang sangat aktif untuk membantu mempercepat pengulangan peristiwa kimiawi tadi. Zat ini dikenal sebagai Adenose Triposphat atau disingkat ATP. Tenaga yang ditimbulkan ATP ini adalah 5 kali tenaga yang dihasilkan oleh peristiwa oksidasi itu sendiri.
Untuk mendapatkan ATP diperlukan syarat-syarat, seperti penegangan otot, kemudian digabungkan dengan kemampuan psikis dan biologis. Kalau proses oksidasi terus berulang dengan cepat maka akan timbul getaran. Getaran bisa ditingkatkan frequensinya bila kita mengenal ciri-cirinya.
Teknik getaran inilah yang dimanfaatkan Merpati Putih untuk memecahkan benda-benda keras seperti balok es, batang pompa dragon, beton cor, kikir atau per mobil.
Dengan mengirim getaran lewat tangan, kaki atau kepala akan mempengaruhi susunan molekul pada benda yang akan dipatahkan. Pada saat molekul pada garis yang kita jadikan sasaran itu berada dalam keadaan labil, maka sasaran itu kita hantam. Jadi yang terpenting disini bukan kekuatan tetapi momentum pukulan.
Dengan alat yang disebut osciloscope telah berhasil dideteksi lima macam getaran yang ada pada murid Merpati Putih. Sedangkan menurut Dewan Guru masih ada getaran keenam, tetapi masih dalam taraf pengujian. Apakah getaran keenam ini merupakan “Senjata Pamungkas” dari MP kita tunggu saja kiprah Merpati Putih
KURIKULUM LATIHAN PPS BETAKO MERPATI PUTIH
KURIKULUM TINGKAT DASAR I (SATU)
BIDANG MATERI DASAR I (SATU)
MATERI POKOK TAMBAHAN PENUNJANG
I. TATA
GERAK I. GERAK DASAR
A. Sikap Dasar
1.Sikap siap/1
2.Sikap sempurna/2
3.Duduk sempurna/3
4.Kuda – kuda tengah sedang/2
5.Kuda – kuda tengah rendah/2
6.Leyek depan/2
7.Leyek belakang/2
8.Pancer/2 I. Kembangan
B. Gerak Langkah
1.Kiri kuda – kuda depan/3
2.Kanan kuda – kuda depan/3
3.Ganti langkah/3
4.Melangkah maju/3
5.Melangkah mundur/3
6.Maju samping/2
7.Mundur samping/2
8.Hadap kanan/3
9.Hadap kiri/3
10.Balik hadap/3
11.Maju simper/1
12.Mundur simper/1
13.Srimpet/1
C. Gerak Kaki Serangan
1.Tendangan depan/2
2.Tendangan samping/2
3.Tendangan sabit/2
4.Tendangan belakang/2
5.Pengkalan/2
D. Gerak Tangan Tangkisan
1.Tangkisan atas/2
2.Tangkisan bawah/2
3.Tepaan dua atas/2
4.Tepaan dua bawah/2
5.Potongan /2
6.Ayunan/2
E. Gerak Tangan Serangan
1.Pukulan datar/3
2.Pukulan Silang/3
3.Sodokan datar/3
4.Sodokan silang/3
5.Sodokan atas/3
6.Sodokan melingkar/3
7.Tebasan datar/3
8.Tebangan datar/3
9.Tebangan bawah/3
10.Totokan/2
11.Ujung siku datar/2
II. RGD
III. RGL
IV. RGT DASAR 1
V. TANGKAP KUNCI
VI. RGP DASAR 1
2. TATA NAFAS
I. Nafas penyegaran
II. Nafas pengolahan
III. Nafas pembinaan
IV. Nafas penyembuhan
V. Nafas pengendapa
Teknik Pemukulan:
1.Tebangan bawah
2.Tebasan datar
KURIKULUM TINGKAT DASAR II (DUA)
BIDANG MATERI DASAR II (DUA)
MATERI POKOK TAMBAHAN PENUNJANG
I. TATA
GERAK I. GERAK DASAR
A. Gerak Langkah
1.Maju silang/1
2.Mundur silang/1
3.Potong langkah/3
4.Geser depan/1
5.Geser belakang/1 I.Kembangan
B. Gerak Kaki Serangan
1.Gamparan atas/2
2.Gamparan bawah/2
3.Trap/2
4.Gajulan/2
5.Sirkel atas/2
6.Sirkel bawah/2
7.Jlontrotan/26.
C. Gerak Tangan Tangkisan
1.Tangkisan silang atas/1
2.Tangkisan silang bawah/1
3.Tangkasan punggung siku datar/2
4.Tangkisan punggung siku bawah/2
5.Tarik tampar siku/2
6.Ujung siku bawah/1
7.Sautan/2
8.Patah tebu/2.
D. Gerak Tangan Serangan
1.Ujung siku atas/3
2.Punggung siku atas/3
3.Sabetan/3
4.Keprukan/36.
II. RGD
III. RGL
IV. RGT DASAR 2
V. TANGKAP KUNCI 2
VI. RGP DASAR 2
2. TATA NAFAS
I. Nafas penyegaran
II. Nafas pengolahan
III. Nafas pembinaan
IV. Nafas penyembuhan
V. Nafas pengendapan
Teknik Pemukulan:
1. Sodokan
2.punggung siku bawah
KURIKULUM TINGKAT BALIK I (SATU)
BIDANG MATERI BALIK I (SATU)
MATERI POKOK TAMBAHAN PENUNJANG
I. TATA
GERAK I. GERAK DASAR
B. Gerak Kaki Serangan
1.Cecakan/2
2.Guntingan/2 I.Kembangan
II. RGD
III. RGL
IV. RGT DASAR 3
V. TANGKAP KUNCI 3
VI. RGP DASAR 3
VII. Pelepasan Tangkap kunci 1,2
2. TATA NAFAS
I. Nafas penyegaran
II. Nafas pengolahan (dibalik)
III. Nafas pembinaan (bolakbalik)
IV. Nafas penyembuhan
V. Nafas pengendapan
Teknik Pemukulan:
1. Tebangan datar
2. tendangan Samping
3.Tebangan bawah kiri
3.BINTAL
I.Filosofi gerak dan pernafasan
II. AD dan ART Merpati Putih
KURIKULUM TINGKAT BALIK II (DUA)
BIDANG MATERI BALIK II (DUA)
MATERI POKOK TAMBAHAN PENUNJANG
I. TATA
GERAK I. GERAK DASAR
Pemantapan Gerak
I.Kembangan
II.Sejarah Merpati Putih
III.Teknik pertandingan
IV.Teknik Perkelahian bebas
V.Jurus regu IPSI jurus 6-12
VI. Dasar getaran I. Latihan Fisik
II.latihan tanding
III.Target sasaran
IV. Latihan naluri
II. RGD
III. RGL
IV. RGT DASAR 4
V. TANGKAP KUNCI 7-9
VI. RGP DASAR 4
VII. Pelepasan Tangkap kunci 3-9
2. TATA NAFAS
I. Nafas penyegaran
II. Nafas pengolahan (dibalik)
III. Nafas pembinaan (dibolakbalik)
IV. Nafas penyembuhan
V. Nafas pengendapan
VI. nafas pembersih
VII. Nafas segitiga pribadi, angkasa, bumi, gabungan
Teknik Pemukulan:
1. Kepala
2. Punggung siku datar
3.Tebangan datar
4. sodokan datar
5. cecakan
6.tendangan samping
3.BINTAL
I.Filosofi gerak dan pernafasan
II. AD dan ART Merpati Putih


Indra Keenam

KALAU Anda pernah membaca buku-buku psikologi tentu Anda pernah membaca kata “indera keenam” atau “sixth sense”. Pada dasarnya semua orang memilikinya. Masalahnya, ada yang cuma berupa potensi saja, ada yang dikembangkan tetapi belum optimal dan ada yang dikembangkan secara optimal.
Apa sih indera keenam?
Indera keenam adalah kemampuan intuisi yang menghasilkan isyarat-isyarat kepada kita akan terjadinya sesuatu atau adanya hakekat sesuatu. Sehingga seseorang bisa memprediksikan kejadian yang akan terjadi.
Memprediksikan apa yang akan terjadi?
Ya! Pada dasarnya apa yang telah, sedang dan akan terjadi sudah direncanakan oleh Tuhan. Sudah diprogram.
Apa contohnya?
Raja Kediri pernah membuat kumpulan prediksi yang dinamakan Jangka Jayabaya yang kemudian terkenal dengan sebutan Prediksi Jayabaya. Beberapa ratus tahun yang lalu sudah diprediksikan Indonesia akan mempunyai rel kereta api(lemah Jawa kalungan wesi), pesawat terbang (perahu melaku ning dhuwur awang-awang), e-commerce (pasar ilang kumandange) dan beberapa prediksi lainnya yang sudah terbukti.
Apa ciri-ciri orang yang mempunyai intuisi tinggi?
Biasanya mempunyai IQ tinggi. Biasa disebut kemampuan indigo. Jepang telah berhasil membuat video aura yang bisa memantau tingkat kemampuan IQ seseorang berdasarkan warna. IQ tinggi diwakili dengan warna ungu (purple).
Bagaimana cara bekerjanya intuisi?
Intuisi akan memunculkan diri dalam bentuk isyarat, sinyal atau firasat. Kalau suatu saat Anda merasa ada firasat yang tidak enak, pasti akan terjadi sesuatu. Apa yang akan terjadi? Untuk mengetahui apa yang akan terjadi, Anda harus menjabarkan isyarat itu.
Bagaimana cara menjabarkan isyarat atau firasat?
Lihat posisi Anda sekarang. Misalnya Anda sedang naik bis di terminal dan bis belum jalan. Tiba-tiba ada isyarat tidak enak. Nah, isyarat itu ada hubungannya dengan bis. Mungkin, bis yang Anda naiki akan mengalami kecelakaan. Cepat ambil keputusan pindah ke bis berikutnya.
Apa manfaatnya punya indera keenam yang kuat?
Berdasarkan pengalaman saya, selama saya kuliah di 6 perguruan tinggi, saya bisa memprediksikan soal-soal ujian semester yang akan keluar. Saya juga pernah memprediksikan tanggal bulan tahun meninggalnya ibu saya. Saya pernah memprediksikan bencana besar (yang ternyata tsunami di Aceh) dan prediksi saya ini dimuat di Harian Banjarmasin Pos sekitar tahun 2004. Bencana alam Lumpur Lapindo pernah dimuat di milis dengan kata sandi “peteng dhedhet”.Sewaktu tes seleksi masuk FHUI (di Senayan) dari 5.000 peserta, hanya 180 yg diterima (termasuk saya).Soal ujian 2 jam cuma saya kerjakan 15 menit saja.
Saya juga pernah membuat cerpen yang memuat prediksi berjudul “Akhirnya Dua Capres itu Tewas Tertembak” yang saya muat di milis dan Facebook sekitar enam bulan sebelum pilpres 2009. Untunglah, Densus 88 berhasil membekuk rencana pembunuhan terhadap SBY.
Apakah prediksi pasti akan terjadi?
Kemampuan prediksi manusia maksimal 70 persen. Kenapa? Karena manusia bukanlah Tuhan. Artinya, kemungkinan prediksi meleset sekitar 30 persen. Di dunia ini tidak ada manusia yang 100 persen prediksinya benar terus. Prediksi ada yang bisa dihindari dan ada yang tidak bisa dihindari.
Kenapa prediksi bisa meleset?
Apa yang kita terima adalah intuisi atau isyarat atau sinyal. Kalau kita mampu menjabarkan isyarat itu dengan benar, maka prediksipun benar. Tapi kalau kita salah menjabarkan isyarat, maka prediksi bisa meleset.
Apakah itu termasuk kemampuan paranormal?
Paranormal bisa dalam arti positif dan dalam arti negatif. Positif kalau itu di dalam konteks psikologi atau “extra sensory perception” (ESP) di antaranya. Negatif kalau dikaitkan dengan istilah klenik, mistik, tahayul dan mantera.
Definisi paranormal menurut Oxford University Press dan Kamus Webster adalah sbb.:
“Paranormal phenomena are those supposedly due to powers of the mind go beyond that the normal, such as extra-sensory perception, or perception by means independent of the normal use of the senses, telepathy, psychokinesis, precognition or powers of prophecy, and survival of bodily death.”.
Jayabaya
Jayabaya pernah memprediksikan Indonesia akan memiliki presiden yang mempunyai nama akhir No-to-na-go-ro.No yaitu Soekar(no) dan To adalah Soehar(to). Tapi kenapa berikutnya Habi(bie),Abdurahman Wa(hid),Megawa(ti) dan Susilo Bambang Yudoyo(no)? Melesetkah?
Yang meleset bukan prediksi Jayabaya, tetapi kita belum mampu menjabarkan prediksi Jayabaya dengan tepat.
Apa prediksi saya ke depan?
Saya tetap yakin akan terjadi bencana alam luar biasa hebat sehingga ada satu juta korban tewas. Saya menyebut peristiwa itu dengan sebutan “Tragedi Pulau Jawa Selatan”. Bukan klenik, mistik atau tahayul. Prediksi ini berangkat dari intuisi dan fakta-fakta. Saya yakin itu akan terjadi. Cuma, waktunya kapan, hanya Tuhan yang tahu.
Bagaimana cara melatih indera keenam?
Tidak perlu puasa atau membaca mantera. Cukup buatlah sepuluh potong kertas atau karton ukuran kecil (se ukuran kartu domino atau kartu remi). Tulis di masing-masing kartu angka 0 sampai dengan angka 9. Kocok. Taruh di meja satu persatu dengan angka di bawah.
Terka angka berapa di balik kartu itu (sesuai kata hati yang pertama kali keluar)? Lakukan hingga kartu ke sepuluh. Catat berapa kali Anda menebak dengan benar. Kalau banyak salahnya, ulangi berkali-kali hingga angka kesalahannya kecil sekali. Tentu, butuh waktu berbulan-bulan.
Juga bisa dengan cara meningkatkan kemampuan otak tengah (midbrain) yang mampu meningkatkan kecerdasan anak-anak. Bahkan mampu meningkatkan intuisi. Bahkan bisa melihat benda dengan mata tertutup.Info : Ketik “otak tengah” di Google.
Sumber: Dari beberapa buku psikologi dan parapsikologi.

Jumat, 11 November 2011

Ph Tanah.


fapeRTA.jpgLAPORAN PRAKTIKUM DASAR – DASAR ILMU TANAH
AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2 0 1 1
 

DRAJAT KEASAMAN (Ph) PADA TANAH TERGANGGU

NAMA           : VOLSKY PINTUBATU
NIM                : D1A010061
I.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.
            Dalam dunia pertanian tingkat keasaman dari tanah harus di perhatikan. Karena tingkat keasaman dari tanah tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Banyak para petani khususnya petani tardisional mengabaikan tingkat keasaman tanah sehingga dalam hal pelaksanaan budidaya tanaman ataupun bercocok tanam banayak mengalami kendala atau kerugian yang kemungkinan salah satu penyebabnya yang diakibatkan oleh pH tanah.
            Bila tanah terlalu asam atau terlalu basa maka tanaman akan tumbuh kurang sempurna sekalipun masih bisa tumbuh dan menghasilkan buah. Memang ada beberapa tanaman tertentu yang mampu tumbuh di tanah asam ataupun basa. Namun sebagian besar tanaman tumbuh dengan baik jika tanah tersebut memiliki pH yang netral ataupun basa. Oleh karena itulah dalam budidaya pertanian perlu pemeriksaan pH tanah agar budidaya tanaman tersebut dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan produksi yang baik.
1.2 Tujuan
            Agar mengetahui kesuburan tanah dan mampu tidaknya tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Karena jika pH netral unsur hara bebas bergerak, dan tidak ada yang mengikat. Dan jika pH rendah seperti halnya Unsur P pada tanah akan difiksasi oleh Al, dan pada pada pH tinggi unsur P di fiksasi oleh Ca. dengan demikian tanah sangat sulit menyerap unsur hara tersebut.
            Menunjukkan ada tidaknya racun dalam tanah. Dalam pH tanah yang rendah (tanah Masam)  selain karena banyak ion Al yang berlebihan dalam tanah, unsur mikro dalam tanah pun akan meningkat sehingga mengakibatkan racun bagi tanaman. Karena unsur mikro dalam tanah hanya dibutuhkan tanaman dalam skala yang sangat kecil. Jadi jika berlebihan akan menyebabkan racun bagi tanaman (contoh unsur mikro Fe, Mn, Zn, Cu, Co ).
            Mengetahui perkembangan Mikroorganisme. Karena mikroorganisme akan berkembang sangat lambat jika pH dari tanah tersebut sangat rendah.
  
II. TIN JAUAN PUSTAKA
            pH ( Power Of Hidrogen ) adalah nilai dari tingkat keasaman dari suatu reaksi. Termasuk dalam reaksi tanah. Reksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alakalinitas dari tanah. Nilai pH menunjukkan banyak konsentrasi ion Hidrogen ( H+) dalam tanah. Semakin tinggi kadar H+ dalam tanah maka drajat keasaman tanah tersebut menjadi tinggi (tanah masam) dan pH menjadi rendah.(< 7).
            Selain kandungan ion H+  , kandungan OH- dalam tanah juga mempengaruhi tingkat keasaman, Jika kandungan OH- lebih banyak terdapat dalam reaksi tanah maka drajat keasaman tanah tersebut menjadi kecil dan drajat kebasaan tanah yang lebihk tinggi. Hal ini dikatakan dengan nilai pH yang tinggi. Karena semakin rendah drajat keasamaan suatu reaksi ( Tanah Alkalis), maka pH semakin tinggi ( > 7 ). Namun jika kadar OH- sebanding dengan kadar H+ maka pH dari reaksi tersebut menjadi netral. ( = 7).
            Kandungan H+ dan OH- dalam tanah sangat kecil. Dalam reaksi yang netral misalnya air, Kandungan Ion H+  dalam air adalah   mole per liter atau 10-7 mole per liter. Jadi Untuk mempermudah penyebutan dalam nilai pH maka di buat rumus .
Misalnya dalam reaksi tersebut memiliki 1 ion H+ ( Netral ) maka  Oleh karena itulah pH netral dikatakan 7. Jadi dari rumus diatas diambil kesimpulan jika jumlah ion H+ semakin banyak ditanah maka pH tanah tersebut kurang dari 7.

III. METODE PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan waktu
            Dalam praktikum ini Pengambilan sampel tanah dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2011, tapatnya Hari Selasa pukul 08.00 sampai dengan 09.50 di Lahan Percobaaan, Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Dan melakukan pengukuran serta pengamatan di Lab. Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jambi pada tanggal 2 November 2011 Pukul 08.00 sampai dengan selesai.
3.2. Bahan dan Alat
1.      Cangkul
2.      Plastik
3.      Parang
4.      Timbangan
3.3   Cara Kerja
-          Mengambil sampel tanah dari Lahan Percobaan Fakultas Pertanian.
-          Mengkondisikan tanah agar kering udara.
-          Menyaring tanah kering udara, dengan saringan 16 mesh.
-          Menyediakan wadah untuk melarutkan 2 buah dan memasukkan tanah yang sudah ditimabang masing masing sebanyak 10 gram
-          Tambah air dengan 10 ml ( perbandingan 1:1) kedalam botol pertama dan beri label.
-          Tambahkan KCL 10 ml ( perbandingan 1:1 ) kedalam botol kedua dan beri label.
-          Kocok dengan pengocok 30 Menit
-          Endapkan sebentar.
-          Ukur pH dengan pH meter.

IV. HASIL dan PEMBAHASAN.
4.1 Hasil
No Sampel
H2O
KCL
Kandungan Tanah
Perbandingan Larutan
1:1
1:2.5
1:1
1:2.5
1
4.90

4.04

Bahan organic
2
5.81

4.84

Bahan organic
3
5.83

4.77

Bahan organic
4

5.20

4.20
Bahan liat
5

5.62

4.64
Bahan organic
6

5.245

4.19
Bahan organic

4.2  Pembahasan
Dari hasil pengamatan diatas bahwa didapat pH tanah yang diekstrak dengan menggunakan H2O lebih besar dibanding dengan pH tanah yang di ekstrak dengan KCl. Hal ini disebabkan KCl lebih mampu mengekstrak ion H+ yang terdapat pada tanah. Karena air hanya mampu mengekstrak H+ yang ikatannya lemah. Sehingga konsentrasi H+ yang larut dalam air lebih sedikit di banding yang larut dalam KCl. Sehingga pH tanah yang diekstrak dengan air (H2O) lebih besar dibanding dengan KCL.
Tanah yang mengandung liat seperti pada sampel tanah nomor 4 akan lebih asam atau nilai pH nya lebih kecil dibanding tanah yang mengandung organik. Karena umumnya tanah yang mengandung liat tersusun dari unsur Al, Si, O, dll. Yang diketahui sangat mudah atau sangat cepat bereaksi dengan ion H+. Sehingga mengakibatkan konsentrasi ion H+ pada tanah tersebut semakin banyak. Selain itu kualitas pengikat unsur – unsur tersebut oleh koloid Organik lebih kuat dibanding koloid liat. Sehingga pada saat melakukan pengekstrakan ion H+ pada tanah yang mengandung liat lebih banyak melepas ion H+.
            Jadi dapat dikatakan bahwa sampel tanah diatas tidak subur lagi. Dan tidak akan menghasilkan produksi yang baik jika tidak segera di lakukan penanggulangan. Karena rata – rata nilai pH tanah tersebut termasuk dalam tanah yang masam. Karena dari hasil pengukuran pH dari setiap sampel tidak ada yang mencapai netral. Untuk menanggulangi hal tersebut dapat dilakukan tindakan pengapuran agar pH tanah dapat kembali netral.

 V. KESIMPULAN
            Pengekstrakkan tanah dengan menggunakan KCl untuk mengukur nilai pH dari sampel tanah lebih pasti bahkan lebih teliti dibanding dengan air (H2O)
            Tanah yang mengandung liat pHnya akan relatif kecil dibanding tanah yang mengandung bahan organik. Salah satu penyebabnya adalh unsur penyusun dari bahan – bahan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Sarwono, 2010. Ilmu tanah.akademika Pressindo, Jakarta 
Sidiq, Dja’far, Dr,ir, Msc, 2010. Bahan Kuliah Reaksi tanah ( pH). Institut Pertanian Bogor.