Total Tayangan Halaman

Kamis, 08 Desember 2011

ANAK PERTANIAN JANGAN MINDER



JANGAN MINDER JADI ANAK PERTANIAN
Hai semua anak Fakultas Pertania  yang dimana aja yang baca blog ini jangan minder atau berkecil hati jadi anak pertanian. Saya ngomiong begini bukan sepenuhnya karena saya anak pertanian.  Kalok karena alasan anak pertanian sih, itu alasan yang paling akhir. Alasan saya yang paling utama ngomongin ini, karena emang pertanian itu jurusan The best  dari semua jurusan yang ada.
Jurusan apa yang paling bergengsi ?
 Kedokteran,,,,?
Lewat….
Tehnik….?
Lewat….
Fkip……?
Lewat…
Ekonomi…?
Lewatt…
Koq lewat semua ya,,,?
Alasannya karena di dalam pertanian tuw kita mempelajari semua itu,,,
Bahkan jika dibandingkan, kita tu anak pertanian lebih unggul dari merek – mereka itu,,,
misalnya
1.       Kedokteran….
anak kedokteran dibangga – banggain karena bisa ngobatin orang doang, Malah kalok soal obat mengobati anak pertanian lebih jago di banding dengan anak kedokteran.
Bayangin aja kalok kita berobat kedokter,,,,
Dokter pasti nanya,,
Kamu sakit apa ?”
“gimana Perasaanmu ?”
“Uda berapa lama sakitnya?”
Nah setelah di tanya,,,kan kita jawab tu,, mungkin kita bilang sakit
Sakit kepala dok,,”
“Mual dok’’’
“Uda seminggu dok”
baru deh dia periksa dan dikasi obat sesuai dengan perasaan kita,,,

Nah kalok pertanian,,,
Emang kita ada nanya tu ama tanaman, tanamannya sakit apa ?
Uda berapa lama, Perasaannya gmana ? 
               
Kita tanpa nanya gitu aja kita udah bisa tau tu tanamannya kena penyakit apa dan obatnya apa.
Soal penyebab penyakit anak petanian juga tau tu,,,
Kalok gak bakteri, virus atau jamur itu aja koq,,,
yang lain dari pada itu gak ada kecuali penyakit fisik,,,
J
2.       Anak tehnik ?
Anak tehnik yang paling terkenal adalh pertambangan,,
di pertanian juga belajar soal tambang kok,,,
blajarnya di ilmu tanah, jadi gak heran kalok di perusahaan pertambangan itu banyak anak pertanian
Tehnik apapun di pelajari di pertanian,.
tehnik mesin, tehnik elektro  ?
kita belajar juga kok di  ALSINTAN,,, Alat dan Mesin Pertanian,,

.
jadi buat anak tehnik hati – hati ama anak pertanian,,
J 
3.       Ekonomi.
Ekonomi gak usah di jelasin aja uda pada tau semua pasti,,,
para sarjana ekonomi tu udah pada takut ama ank pertania, karena anak pertanian udah menjadi saingan mereka apalagi kerja dibank,,,
yang banyak diterima sekarang anak pertanian kalok mau kerja di bank,,,
Lagian kita belajar Ekonomi juga koq …
di Sosial Ekonomi Pertanian …


Jadi Buat anak – anak pertanian jangan minder,,,
satu lagi keunggulan kita anak pertanian,,,
Orang - orang sarjanawan yang lain tidak akan pernah bisa ahli di bidang pertanian,,,
sedangkan kita anak pertanian bisa ahli disegala bidang,,,
Sosial, Ekonomi, Politik, dan Science,,,

kesimpulan
Kalok kita tamatan atau lulusan Pertanian,,,

Jadi apa yang kita mau kita bisa,,,,



HIDUP FAPERTA,,
GO GREEN

Senin, 05 Desember 2011

KATA PENGANTAR dan DAFTAR ISI LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM DIT

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas berkat rahmatNya saya dapat menyelesaikan praktikum serta laporan akhir Dasar – dasar Ilmu Tanah.
            Adapun isi dari laporan akhir ini adalah kumpulan dari setiap laporan mingguan selama praktikum berlangsung. Laporan ini merupakan syarat untuk dapat mengikuti ujian Praktikum dan merupakan syarat dalam mengontrak mata kuliah Dasar – dasar ilmu tanah.
Saya juga tidak lupa untuk mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen serta staf pengajar Mata kuliah Dasar – dasar ilmu tanah yang selalu membimbing dan mengajari saya dalam melaksanakan praktikum dan dalam menyusun laporan ini. Serta semua pihak yang membantu saya dalam hal penyusunan laporan ini.
Laporan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kritik serta saran yang membangun masih saya harapkan untuk penyempurnaan Laporan akhir ini.
Sebagai manusia biasa saya merasa memiliki banyak kesalaha, oelh karena saya mohon maaf sebesar besarnya untuk kelancaran penyelesaian laporan ini.
Atas perhatian dari semua pihak yang membantu penulisan ini saya ucapkan terimakasih. Semoga Laporan ini dapat dipergunakan seperlunya.
           

Jambi, Desember 2011

Volsky Pintubatu
D1A010061


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
I.                   MORFOLOGI TANAH................................................................................... 1
1.1. Pendahuluan............................................................................................... 1
1.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 1
1.3. Metode Praktikum...................................................................................... 2
1.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 3
1.5. Kesimpulan................................................................................................ 5
1.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 5
      II.         PERSENTASE KADAR AIR LAPANG(KAL), BERAT VOLUME(BV)
                  DAN TOTAL RUANG PORI (TRP) PADA TANAH UTUH......................... 6
2.1. Pendahuluan............................................................................................... 6
2.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 6
2.3. Metode Praktikum...................................................................................... 7
2.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 8
2.5. Kesimpulan................................................................................................ 9
2.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 10
      III.       DRAJAT KEASAMAN (pH) PADA TANAH TERGANGGU....................... 11
3.1. Pendahuluan............................................................................................... 11
3.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 11
3.3. Metode Praktikum...................................................................................... 12
3.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 13
3.5. Kesimpulan................................................................................................ 14
3.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 15
      IV.       MENGUKUR KADAR Aldd DAN Hdd DALAM TANAH.............................. 16
4.1. Pendahuluan............................................................................................... 16
4.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 16
4.3. Metode Praktikum...................................................................................... 17
4.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 17
4.5. Kesimpulan................................................................................................ 18
4.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 18
      V.        MENGUKUR KADAR C-ORGANIK DALAM TANAH.............................. 19
1.1. Pendahuluan............................................................................................... 19
1.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 20
1.3. Metode Praktikum...................................................................................... 20
1.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 21
1.5. Kesimpulan................................................................................................ 21
1.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 22
      VI.       MENGUKUR KADAR AIR KAPASITAS LAPANG PADA
                  TANAH TERGANGGU DALAM KEADAAN JENUH................................. 23
1.1. Pendahuluan............................................................................................... 23
1.2. Tinjauan Pustaka........................................................................................ 23
1.3. Metode Praktikum...................................................................................... 23
1.4. Hasil dan Pembahasan................................................................................ 25
1.5. Kesimpulan................................................................................................ 26
1.6. Daftar Pustaka............................................................................................ 26






LAPORAN PERSENTASE KADAR AIR LAPANG(KAL) TANAH TERGANGGU DALAM KEADAAN JENUH


PERSENTASE KADAR AIR LAPANG(KAL) TANAH TERGANGGU DALAM KEADAAN JENUH

NAMA           : VOLSKY PINTUBATU
NIM                : D1A010061
I.          PENDAHULUAN
1.1.    Latar belakang
Tanah merupakan media yang penting bagi tumbuhnya tumbuhan. Hal ini disebabkan karena tanah di samping sebagai bahan penyangga untuk berdirinya tumbuhan, tanah juga merupakan sumber mineral dan air bagi tumbuhan di atasnya. Sedangkan air merupakan salah satu komponen penting dalam tanah yang dapat menentukan suatu tumbuhan dapat hidup atau tidak.
1.2. Tujuan
            Untuk mengetahui cara mengukur Kadar Air Lapang, pada saat tanah dalam keadaan jenuh.
II.       TINJAUAN PUSTAKA
Dalam pertanian Kualitas tanah harus diperhatikan. Karena tanah merupakan factor penting dalam budidaya pertanian.
KAL ( Kapasitas Lapang )
Kapasitas lapang merupakan kadar air yang ada pada tanah setelah mengalami gaya gravitasi. Dikatakan kapasitas lapang jika tanah sudah didiamkan selama 24 jam dari setelah hujan. Maka pada saat setelah 24 jam lah di katakan tanah dalam keadaan lapang.
Kapasitas lapang dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :
BTB – BTK  x 100 %
     BTK


III.    METODE PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan waktu
            Dalam praktikum ini Pengambilan sampel tanah dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2011, tapatnya Hari Selasa pukul 08.00 sampai dengan 09.50 di Lahan Percobaaan, Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Dan melakukan pengukuran serta pengamatan Tanggal 23 November 2011 di Lab. Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
3.2. Bahan dan Alat
1.      Botol Air Mineral yang sudah dipotong atasnya dan diberi lubang dibawahnya
2.      Pisau Cutter
3.      Sampel tanah terganggu
4.      Saringan tanah 16 mesh
5.      Air
6.      Oven
7.      Timbangan
8.      Cawan
3.3.  Cara Kerja
Dalam Pengambilan Sampel Tanah dari Lahan
1.      Membersihkan Lahan dari tumbuh-tumbuhan diatasnya.
2.      Membuang tanah 5 cm serta diratakan
3.      Menngambil tanah yang sudah terganggu lalu dikering angin kan..
Dalam pengamatan dan pengukuran
1.      Mengayak tenah yang sudah kering angin secukupnya.
2.      Memasukkan tanah yang sudah diayak kedalam botol air mineral.
3.      Menetesi air ke atas tanah hingga tanah basahnya merata.
4.      Mendiamkan tanah dengan menggantung agar air gravitasi keluar dari tanah selama 1 x 24 jam
5.      Menimbang cawan yang digunakan sebagai wadah untuk mengoven tanah.
6.      Mengambil 3 sampel tanah dari tanah yang sudah di diamkan tersebut sebagai sampel tanah basah lalu menimbang dengan timbangan digital sekaligus dengan cawannya
7.      Mengoven tanah dengan suhu 1050C hingga kadar air dari tanah habis.
8.      Menimbang tanah yang sudah di oven sebagai sampel tanah kering.


IV.             HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1.  Hasil
SAMPEL TANAH
BERAT CAWAN
BERAT BASAH + CAWAN
BERAT KERING + CAWAN
BERAT KERING
BERAT BASAH
KAL
KAL RATA-RATA
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
KEL 1
3.1
3.3
3.4
41.3
48.5
45.7
29.5
34.7
42.7
26.4
31.4
39.3
38.2
45.2
42.3
44.70
43.95
7.63
32.09
KEL 2
21.8
22
24.3
154.4
140.6
125.5
120
110
99
98.2
88
74.7
132.6
118.6
101.2
35.03
34.77
35.48
35.09
KEL 3
22
10.5
20.8
37.1
34.5
42.3
34.7
33.5
32.2
12.7
23
11.4
15.1
24
21.5
18.90
4.35
88.60
37.28
KEL 4
20.4
17.4
22.4
115.5
112.8
130.4
85.3
84.3
92.7
64.9
66.9
70.3
95.1
95.4
108
46.53
42.60
53.63
47.59
KEL 5
3.4
3.2
3.5
47.8
51.3
52.6
39.1
39.5
45.4
35.7
36.3
41.9
44.4
48.1
49.1
24.37
32.51
17.18
24.69
KEL 6
3.7
3.4
3.2
38.8
39.9
60.6
29.4
29.7
45.4
25.7
26.3
42.2
35.1
36.5
57.4
36.58
38.78
36.02
37.13

4.2. Pembahasan
            Hasil data diatas merupakan hasil dari data sampel tanah yang keadaan tanahnya yang sudah di jenuhkan. Perbedaan Kadar Air Kapasitas Lapang tanah pada saat keadaan jenuh dengan keadaan pada saat pengambilan sampel dilapangan memiliki perbedaan namun perbedaanya tidak terlalu berbeda jauh. Hal ini disebabkan karena kandungan tanah yang masih sama.
            Namun dalam keadaan jenuh pori – pori tanah yang terisi oleh air akan lebih besar di banding pada saat pengambilan sampel tanah di lapangan. Hal ini dpat dilihat dari hasil Kadar air lapang rata – rata dari setiap sampel. Bahwa persentase Kadar Air Lapang tanah tersebut lebih dari 25 %.
            Besarnya kadar Kapasitas Air Lapang di pengaruhi struktur serta kandungan tanah tersebut. Pada hasil praktikum sebelumnya baha sampel tanah no 5 adalah tanah yang mengandung mineral lebih banyak. Sifat mineral yang sangat kecil membuat pori-pori tanah dapat disi oleh liat. Sehingga kemampuan pori tanah untuk menmpung air lebih sedikit. Sehingga Kadar Air Kapasitas Lapang tanah tersebut lebih kecil.
           

Lain dengan sampel yang lainnya. Kadar Air dalam Kapasitas Lapang tanah tersebut lebih besar. Itu disebabkan karena kandungan organik tanah tersebut lebih mendominasi sehingga air yang terikat pada pori-pori tanah semakin banyak. Hal itu di karenakan sifat organik yang sangat baik dalam hal mengikat air. Organik dapat mengikat air 6 kali dari berat organik tersebut. Dan pada saat tanah dijenuhkan dengan air maka kadar air lapang tanah tersebut lebih besar lagi dibanding pada saat sampel tanah berasal dari tanah yang diambil dari lapangan.

V.                KESIMPULAN
Semakin tinggi Kadar Air Lapang Tanah maka kandungan organik dari tanah tersebut semakin besar.
            Jika tanah di jenuhkan kandungan air yang mengisi pori tanah air akan menjadi lebih besar, sehingga Kadar Air Kapasitas Lapang pada saat tanah di jenuhkan persentasenya akan lebih besar di banding dengan pada saat mengambil sampel tanah dari lapangan.
DAFTAR PUSTAKA
Sarwono, 2010. Ilmu tanah.akademika Pressindo, Jakarta
Erizal, Dr, Ir, MAgr ,2009. Bahan Kuliah , Mekanika Tanah , Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Tito Sucipto, Shut, Msi, 2009, PENENTUAN KADAR AIR DALAM SEL KAYU, Karya Tulis, Departmen Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
Robby primadani, 2006, KADAR AIR TANAH PADA KAPASITAS LAPANG, Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika-IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.